30 Cerita Lucu Dewasa Hot Banget Bikin Tegang Dijamin Ngakak

Di Uji Sebelum Menikah

Kisah berawal saat kami akan menikah. Banyak hal yang memang harus dipersiapkan. Sebelum hari pernikahan itu tiba, aku berkali-kali mondar-mandir dari rumahku ke rumah calon istriku. Banyak hal yang harus dipersiapkan, banyak hal yang harus dibicarakan. Mulai dari persiapan gedung, materi acara, persiapan cetak undangan, catering, dan lain-lain.

Karena itu hampir setiap hari aku selalu ada di rumah calon istriku. Bahkan terkadang aku nginep di kamar kosong di lantai atas. Siang itu di hari minggu, ketika rumah sedang sepi, aku justru berada di kamar atas, berbaring seorang diri. Saat itulah tiba-tiba Desi, adik calon istriku membuka pintu dan masuk ke dalam kamarku. Desi sangat cantik, tidak begitu tinggi, tapi Desi memiliki body super bohay yang aduhai. Sangat sexy dan berkulit putih bersih.

Saat masuk ke kamar, Desi mengenakan tank top dan celana pendek saja. Tentu saja aku kaget melihat penampilannya, apalagi Desi mengunci pintu dari dalam. Aku lalu duduk di tepi tempat tidur, kemudian Desi duduk di sampingku. "Mas. Aku mau ngomong sesuatu. Mungkin mas udah bisa menebak arah pembicaraan saya. Mungkin mas sebenarnya sudah tahu isi hatiku terhadap mas." Glek, gak salah nih berarti selama ini aku melihat Desi sering melirik-lirik ke aku.

Ternyata bukan cuma aku yang GR. Ternyata dia sebenarnya suka padaku. Desi lalu berkata lagi sambil meraba bahu aku. "Aku mencintai mas sejak pandangan pertama. Aku ingin memiliki Mas, tapi itu tidak mungkin. Aku tau Mas lebih memilih kakakku. Tapi mungkin cuma ini kesempatannya Mas. Aku akan memberikan semua untukmu, sekarang, Mas sekarang atau tidak sama sekali. Karena hari-hari berikutnya, mas sudah menjadi milik kakakku dan kesempatan itu tidak akan ada lagi." Nafasnya agak memburu, tatapan matanya nakal dan meminta.

Ya ampun, dia menawarkan dirinya untukku. Demi cintanya! Seketika itu juga aku langsung berdiri dan berlari keluar. Aku lari turun tangga. Nafasku ngos-ngosan. Aku terus berlari menjauhi kamar, menuju pintu depan. Di kepalaku cuma ada satu pikiran, "aku harus secepatnya menuju mobilku yang aku parkir di depan rumah!!!" Siapa sangka ketika pintu aku buka, di teras telah berkumpul semua orang. Ada calon istriku, Ada calon mertua, ada sepupu-sepupu, oma, opa, pokoknya semua ada di situ seperti sedang menunggu aku.

Ayah calon mertuaku seketika memelukku "Kamu luar biasa. Kamu baru saja di uji oleh Desi, adik ipar kamu dan kau lulus, nak. Kau tidak tergoda!! Kami bangga pada laki-laki sepertimu." Calon istriku menitikkan air Mata penuh cinta. Semua memelukku. Akhirnya aku dan calon istriku menikah, dan kami hidup bahagia. "Padahal tadi itu aku mau mengambil kondom di laci mobilku" kataku dalam hati..


Burung Pak Lurah Hilang

Bejo adalah pria setengah tua yang menjabat sebagai Lurah di kampungnya. Ia memiliki hobi memelihara berbagai macam jenis burung dirumahnya. Suatu pagi, ia melihat semua burung miliknya kandas bersama sangkar-sangkarnya. Merasa ulah si maling sangat kelewatan, ia berniat membawa masalah ini secara hukum, lalu esoknya ia kumpulkan 400 warga untuk menyelidiki siapa pencuri burung pak lurah itu.

Setelah berbicara panjang lebar soal moral, etika dan agama, pak lurah akhirnya bertanya. "Yang punya burung harap berdiri?" Semua warga yang laki-laki berdiri. Menyadari kesalahannya dalam bertanya, pak lurah buru-buru memperbaiki perkataannya. "Oh maksud saya, yang pernah melihat burung silahkan berdiri? Kini gantian semua warga perempuan bersuami berdiri. "Duh Gawat.." pikir pak lurah. Sambil melebarkan bola matanya, ia berkata, "Maksud saya, yang pernah melihat burung bukan miliknya harap berdiri?" Separuh dari perempuan bersuami berdiri.

Tampaknya Pak Lurah jadi kebingungan, serba salah dan tingkahnya yang terlihat aneh, lalu ia berkata lagi. "Maaf, langsung saja, yang pernah melihat burung saya silahkan berdiri?" Segera 25 wanita berdiri sambil malu-malu. Pak Lurah lari pontang-panting melihat Ibu Lurah berlari kearahnya sambil ngomel-ngomel.


Istri Mutilasi Suami

Di kota terpencil, ditemukan sebuah kepala manusia telah mengapung di sungai. Penemuan ini berawal ketika beberapa orang lagi mancing ikan di sungai tersebut. Saat dilihat lebih dekat, ternyata tubuh mayat sudah tidak utuh lagi, kepala terpisah dengan anggota tubuh lainnya. Tak lama kemudian polisi datang ke lokasi atas laporan kepala desa untuk melakukan penelusuran lebih jauh. Beberapa menit kemudian, anggota tubuh lain berhasil ditemukan, dan identitas mayat adalah seorang Pria.

Lokasi tiap bagian tubuh mayat yang di mutilasi jaraknya agak berjauhan, mungkin karena terseret arus yang agak deras. Tim pencari dibantu warga terus berusaha mencari tiap anggota tubuh yang terpisah. Kendala pencarian ini karena mayat di mutilasi kecil-kecil. Tangan, kaki, badan, kepala tidak pada satu lokasi.

Tiga hari kemudian, 99% anggota tubuh mayat berhasil di kumpulkan. Hanya satu potongan yang hilang, yaitu alat kelamin. Pencarian potongan tubuh mayat juga dibarengi dengan pencarian pelaku pembunuhan. Berdasarkan bukti dan hasil introgasi serta keterangan dari warga sekitar, ditetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu Istri korban. Wanita itu lalu diseret ke persidangan!!

Hakim : "Apa benar, Anda yang membunuh sekaligus memutilasi korban yang statusnya sebagai suami Anda sendiri?"
Tersangka : "Betul pak"
Hakim : "Kenapa Anda melakukan itu?"
Tersangka : "Saya murka karena Suami saya sering selingkuh dan tidak pernah menafkahi saya dan anak-anak belakangan ini"
Hakim : "Bisa diceritakan kronologi kejadian saat itu, bagaimana cara Anda membunuh suami Anda?"
Tersangka : "Seperti biasa, setiap pagi saya buatkan minuman "KOPI" untuknya, tapi waktu itu saya selipkan racun tikus didalamnya. beberapa saat setelah meminum itu, ia kejang dan tewas. Lalu mayatnya saya potong-potong dan saya membuangnya ke sungai"
Hakim : "Dari hasil penyelidikan, ada satu bagian yang tidak kami temukan, yaitu bagian kelamin. Apa Anda tahu itu?"
Tersangka : "Oh,.. itu,... Kalau yang itu saya goreng, lalu saya makan, Pak"
Hakim : "Kenapa Anda memilih kelaminnya untuk digoreng lalu dimakan?"
Tersangka : "Karena.. Waktu masih mentahnya aja udah enak, apalagi matengnya, hehe.."


Periksa Kesehatan Sperma

Seorang kakek berusia 82 tahun menemui Dokter spesialis kelamin untuk memeriksakan kesehatan spermanya. Dokter lalu mengambil sebuah toples kecil dan berkata, "Ambil toples ini. Sesampainya dirumah, masukkan sampel sperma kakek kedalam toples ini, lalu bawa kesini untuk kami periksa!"

Satu hari kemudian, kakek tua kembali lagi dengan membawa toples kecil yang kemarin, lalu menyerahkan ke Dokter. Akan tetapi Dokter tidak melihat ada sperma didalam toples, lalu menanyakan hal itu ke kakek. "Mengapa toples itu masih kosong. Sudahkan kakek memasukkan cairan sperma ke dalam toples ini?"

"Begini, Dok. Saya sudah mencoba dengan tangan kanan dan tangan kiri saya, tapi tidak bisa. Lalu saya minta bantuan menggunakan kedua tangan Istri saya, tapi tetap saja tidak bisa. Bahkan, istri saya telah mencoba dengan mulutnya, tapi masih gagal juga.". "Akhirnya kami meminta bantuan ke Jamilah, Janda cantik yang tinggal di rumah sebelah. Ia sudah berusaha dengan sekeras mungkin. Mencoba dengan tangan kanan, tidak bisa, lalu dengan tangan kiri, tetap tidak bisa. Lalu ia mencoba dengan kedua tangannya, tapi tetap gak bisa. Bahkan Jamilah telah mencoba dengan menjepit di antara kedua pahanya, tetapi masih tidak bisa juga!!"
"Wah, kakek sampai meminta bantuan ke Janda sebelah..?" tanya Dokter, kaget.
Sambil mengangkat toples kecil, kakek berkata "Ya, sampai saat ini, Saya, Istri saya dan Jamilah tidak bisa membuka tutup toples ini".


Membeli Kondom di Apotik

Seorang pria muda berada di sebuah apotek untuk membeli kondom. Ini adalah pertama kalinya ia membeli barang elastis tersebut secara langsung, lalu sambil pasang senyum malu-malu ia bertanya ke penjaga apotik. "Pak, yang itu harganya berapa?" sambil nunjuk-nunjuk sederet produk di pojokan.

Penjaga apotik masih belum paham dengan apa yang mau dibeli pemuda tersebut, "ini?" sambil mengangkat botol obat mencret
"Bukan, Pak, yang di sebelahnya"
"Oh yang ini?"
"Bukan, Pak, tapi yang Itu.. Itu.. warnanya Silver"
"Oalah, KONDOM toh" kata penjaga apotik dengan logat jawanya yang masih kental.
"Iya, Pak" jawab pemuda itu lirih.
"Mau yang ukuran berapa nak?"
Pemuda itu tampak bingung ketika ditanya ukuran senjatanya "wah gak tau Pak, belum di ukur, hehe"
"Kalau dilihat dari postur tubuhmu, kayaknya pas yang ini" kata penjaga apotik sambil mengambilkan kondom ukuran 55mm
"Iya deh, yang ini saja"
"Kalau boleh tau, apakah kamu sudah menikah?" tanya penjaga apotik sedikit penasaran.
"Belum sih. Saya mengenal seorang gadis yang sangat cantik, kami sudah saling kenal selama setahun lebih. Malam nanti aku akan bertemu dengan orangtuanya untuk pertama kalinya, selepas itu, kami berdua akan pergi ke pesta sepanjang malam. Jadi.. saya pikir akan mubazir jika..."
tiba-tiba pemuda itu tidak melanjutkan pembicaraannya

"Gak usah malu-malu, saya dulu juga pernah mengalami masa bujang seperti kamu, dan pernah melakukan hal yang sama" kata penjaga apotik berusaha agar pemuda itu tidak merasa malu. Akhirnya, sebuah kondom berukuran 55mm telah dibeli, malam pun tiba, pemuda tersebut lantas memakai pakaian yang sangat rapi, tak lupa di semprot dengan minyak wangi, rambutnya mengkilat karena habis di cukur, lalu pergi kerumah pacarnya untuk makan malam. Sebelum makan malam dimulai, ayah gadis tersebut meminta pemuda itu untuk membacakan doa makan bersama. Pemuda itu pun berdoa... Bismillah... Allahumabariklana.... Doa makan tersebut dibaca berulang-ulang sebanyak 13 kali. Akhirnya, pacarnya menyela dan mendekat lalu berkata
"Tak kusangka, bahwa kamu adalah seorang pria yang sangat religius mas.."
Pemuda menjawab, "Ia, saya juga tidak pernah menyangka bahwa ayah kamu ternyata bekerja sebagai penjaga apotik"


Perahu Dayung Milik Jono Tenggelam

Jono adalah seorang nelayan kecil disuatu perdesaan. Namun terkadang, ia juga mengantarkan para turis untuk menyebrangi sungai menggunakan perahu dayung miliknya. Ini adalah perahu warisan, peninggalan dari ayahnya, tentu umur perahu sudah sangat tua dan memprihatinkan. Secara fisik, Jono memiliki wajah dan postur tubuh yang sangat mirip dengan si Paijo, mereka tinggal didesa yang sama dengan lokasi yang cukup berdekatan.

Suatu hari, perahu Jono tenggelam karena beberapa faktor. Disaat bersamaan, istri Paijo meninggal dunia, sebuah kebetulan. Beberapa hari kemudian, seorang nenek-nenek melihat Jono tengah menjala ikan di pinggiran sungai. Tidak menggunakan perahu, karena perahunya telah tenggelam beberapa hari yang lalu.

Nenek tersebut ternyata salah mengenali Jono. Ia pikir, Jono yang sedang menjala ikan tersebut adalah si Paijo yang barusaja kehilangan istrinya, lalu nenek tersebut mengatakan. "Yang sabar ya Nak, jangan berlarut dalam kesedihan. Meskipun nenek tahu, bahwa kehilangan sesuatu yang disayangi pasti akan bersedih" Ini salah lagi, Jono sekarang mengira bahwa Nenek tersebut berbicara tentang kehilangan perahunya yang telah tenggelam itu, lalu Jono pun menjawab:

"Tidak apa-apa kok nek, kalau boleh jujur sih, sebenarnya saya malah senang karena bisa menyingkirkannya. Dia itu sudah tua banget, sudah jelek gak kayak waktu masih baru dipake dan sudah keropos. Dibagian bawahnya juga sudah lembek dan berbau amis. Setiap kali aku menggunakannya, lubangnya terlihat retak seperti mau pecah, gak nyaman banget pokoknya. Saya pikir yang mengakhirinya adalah 4 orang itu. Karena, waktu itu saya menyewakan dia ke 4 turis ganteng-ganteng untuk bersenang-senang tempo hari. Meskipun saya sudah memperingatkan mereka bahwa itu sudah tidak layak pakai, tapi mereka masih mau juga menggunakannya. Mereka berempat coba masuk ke dalam secara bersamaan, dan akhirnya dia terbelah tepat di bagian tengahnya."
Mendengar kronologis kejadian yang diceritakan Jono, nenek itu langsung pingsan ditempat.


Lihat selengkapnya..