Cara Mukidi Izin Cuti

Mukidi adalah seorang pekerja kasar di sebuah pengolahan kayu bakar. Setiap hari ia membelah banyak kayu besar untuk dikeringkan, lalu di jual.

Suatu ketika, Mukidi tidak bisa bekerja karena istrinya sedang sakit. Ia mengirimkan surat ke Bosnya untuk meminta izin cuti sampai istrinya sembuh.

Tapi Bos mukidi tidak mengizinkannya, ia memaksa Mukidi untuk tetap bekerja dengan alasan kehabisan tenaga kerja. Mukidi harus memilih salah satu, apakah lebih berat ke Istrinya, atau ke kerjaannya.

Keesokan harinya, puluhan polisi mendatangi tempat penjual kayu bakar tersebut dengan membawa beberapa peralatan yang canggih. Tidak jelas apa dan mengapa mereka datang kesana.

Semua polisi terlihat sangat kesal, itu terlihat dari raut wajahnya yang dengan begitu semangatnya mengacak-acak tumpukan kayu besar.

Polisi-polisi itu juga tak segan sesekali membelah kayu, memotong-motongnya jadi kecil-kecil menggunakan kapak dan mesin sinso. Bos Mukidi hanya bisa menatap kebingungan.

3 jam berlalu, semua kayu sudah tidak ada yang utuh lagi, tapi polisi masih saja membelahnya menjadi lebih kecil-kecil lagi..

Tiba-tiba, ditengah lamunan si Bos, handphone-nya berdering. Rupanya itu adalah panggilan dari karyawannya, Mukidi.

"Eh lu, kemana aja sih, buruan kesini, penting!!" kata si Bos

"Penting apanya, Bos. Bukannya tugas saya sudah selesai?" tanya Mukidi.

"Kerja aja enggak kok selesai, gimana sih?" protes si Bos

"Bukanya sekarang banyak polisi belah kayu di tempat Bos?"

"Loh kok tau?"

"Semalam saya telpon kantor polisi, saya bilang kalau mas Bos punya banyak narkoba yang disembunyikan didalam kayu-kayu itu."

CERITA LUCU TERKAIT

CERITA LUCU TERBARU