Kisah Sopir dan Anak Koplak di Banyuwangi

Ilustrasi BIS
Di persimpangan jalan, seorang ibu muda memberhentikan sebuah angkutan umum tujuan Denpasar dan berkata ke sopir bis, "Pak, titip anak saya ya. Tolong nanti setelah sampai di Banyuwangi, kasih tau anak saya ya.".

"Beres bu" jawab supir bis.

Anak berusia 7 tahun tersebut lalu menaiki bus tanpa dikawal ibunya. Sepanjang perjalanan, anak ini cerewetnya bukan main. Bentar-bentar tanya ke penumpang lain disampingnya. "Sudah sampai Banyuwangi belum?".

"Belum, Nak" jawab salah seorang penumpang.

Waktu terus berlalu. Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, tapi anak itu tampaknya masih sangat penasaran dan terus bertanya-tanya. Tidak puas dengan jawaban penumpang lain, anak itu lalu maju mendekati kursi supir dan bertanya. Jawaban supir bis tentu saja sama "Belum sampai, Nak."

Beberapa menit kemudian si anak bertanya lagi ke penumpang lain. "Sudah sampai Banyuwangi belum?" Semua penumpang mulai gerah dengan ulah anak itu. "Belum, Nak. Tidur saja dulu, nanti kalau sudah sampai Banyuwangi, pasti kami bangunkan.!!" jawab penumpang pria yang duduk dibelakang anak tersebut.

Anak tersebut matanya mulai sipit, lalu tidur. Suasana bis mulai tenang dan sepi. Entah apa yang terjadi, semua orang di dalam bis terlupa pada si anak, sehingga saat melewati Banyuwangi, tidak ada yang membangunkan anak tersebut.

Bis sudah terlewat jauh, kini telah menyeberangi selat Bali dan mendarat di Gilimanuk, tapi si anak masih tertidur dengan pulas. Sopir bis mendadak menginjak rem dan melaju dengan kecepatan rendah, lalu bertanya ke penumpangnya.

"Bapak-bapak dan ibu-ibu, kita sudah sampai di Gilimanuk, Bali, dan kita telah melupakan sesuatu." sambil melirik anak tersebut.

Semua penumpang bengong, mereka jadi merasa bersalah karena lupa tidak membangunkan anak tersebut.

"Bagaimana kalau kita putar balik ke Banyuwangi mengantarkan anak ini?" tanya supir bis.

"Setuju", "Ia, saya juga setuju" semua penumpang setuju untuk putar balik. Akhirnya bis berbalik arah menuju ke Banyuwangi. Sesampainya disana, anak tersebut dibangunkan.

Sambil mengucek matanya, si anak bertanya "Sudah sampai Banyuwangi ya??"

"Iya, Nak" jawab sopir bis.

Anak tersebut lalu membuka tasnya dan mengeluarkan sesuatu dibungkus kotak kecil.

"Tidak perlu bayar, Nak. Tadi uang jalan sudah dibayar sama ibu kamu" kata sang sopir.

"Iya, saya sudah tau" jawab si anak.
"Lah terus, itu apaan? kata sopir bis nampak kebingungan.

"Ini kotak nasi, saya mau jenguk kakek saya di Denpasar. Kata mama, nasi kotaknya baru boleh dimakan setelah sampai di Banyuwangi, Pak!".

*semua penumpang pingsan*

CERITA LUCU TERKAIT

CERITA LUCU TERBARU