Kisah Lucu Abu Nawas (Buang Hajat)

Abu Nawas menjabat sebagai pengawal setia sang Raja. Kemanapun raja pergi, Abu Nawas selalu mendampinginya. Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan, Raja membuat undang-undang tentang larangan membuang air besar di sungai. Berikut bunyi pasal UU Kerajaan yang baru dibuat:

kumpulan cerita lucu abu nawas terbaru

Suatu hari, Raja mengajak Abu Nawas bersama dengan beberapa prajurit untuk berburu hewan di hutan. Saat akan menyeberangi sungai, tiba-tiba saja Raja sakit perut, lalu memilih sungai sebagai tempat membuang kotoran sang Raja.

Air sungai mengalir ke arah Utara. Raja mulai memplorotkan celana dan siap mengeluarkan gas beserta ampas-ampasnya. "Ah, Legaaaa" suara lirih keluar dari mulut raja beberapa saat kemudian.

Setelah selesai, Raja mengenakan kembali celananya dan siap melanjutkan perjalanan. Tapi, ia melihat benda warna kuning lonjong melaju di sungai dari selatan. "Itu pasti TAI" pikir sang Raja.

Lalu Raja memanggil pendamping setianya dengan suara lantang. "Abu Nawas, dimana posisimu!!"

"Hamba paduka,..!"

Terlihat abu nawas sedang berlari dari semak-semak dekat sungai selatan sambil mengencangkan ikat pinggangya.

"Ada apa paduka raja.?"

"Lihat.. Siapa yang berani buang kotoran di sungai ini tanpa seijin dariku.. Tangkap dan bawa dia ke kerajaan, akan ku jatuhkan hukuman mati untuknya, tak perduli siapapun dia. Cepat!!"

"a...a... ampun baginda raja, begini.. a.. saya.. saya.."

Abu Nawas terlihat sangat gugup melihat kemurkaan Rajanya. Tiba-tiba seorang prajurit menyela ditengah ketegangan Abu Nawas.

"Ampun baginda raja. Kotoran yang baginda temukan disungai adalah milik Abu Nawas, Paduka"

"Kurang ajar! beraninya kau Abu Nawas. Kau sudah aku angkat sebagai pengawalku, tapi kau berani melanggar undang-undang yang aku buat.!! Prajurit...!! tangkap Abu Nawas dan seret ke istana!!"

Abu Nawas lalu dibawa ke pengadilan, Raja kemudian memberinya vonis Hukuman MATI. Tapi sebelum hukuman dijatuhkan, Raja memberi kesempatan kepada Abu Nawas untuk mengajukan banding.

"Baginda paduka raja yang mulia. Hamba ingin menyampaikan maksud hamba buang hajat bersama paduka saat itu. Yang hamba lakukan bukan lain sebagai bukti kesetiaan hamba kepada paduka raja. Hamba selalu menemani kemana paduka pergi. Baik saat senang maupun susah, dan juga ketika paduka Raja ada di medan perang. Bahkan sampai kotoran paduka raja-pun hamba kawal dengan kotoran hamba. Hanya itu pembelaan dari hamba paduka."

Raja mengeluarkan keringat dingin mendengar penjelasan dari pengawalnya. Lalu Raja membatalkan hukuman mati untuknya. Bahkan, justru raja memberikan hadiah sebuah perahu kecil ke Abu Nawas untuk mengawal kotorannya apabila sang raja hendak buang hajat kembali di sungai.

CERITA LUCU TERKAIT

CERITA LUCU TERBARU