Siswa Ganteng

Bu Guru: “Baik, sebelum pulang ada yang mau bertanya?”

Tukimin: “Saya Bu!”

Bu Guru: “Iya, apa pertanyaannya?”

Tukimin: “Maukah Ibu jadi pacarku?”

Bu Guru: “Orang kayak kamu mau jadi pacar Ibu? Ga Pantes!”

Tukimin: “Trus orang ganteng kayak saya ini pantesnya jadi pacar siapa dong Bu?”

Bu Guru: “Kamu ini bandel sekali! Sekolah itu yang bener. Belajar dengan serius. Punya cita-cita ga sih kamu?”

Tukimin: “Punya dong Bu..”

Bu Guru: “Apa cita-citamu?”

Tukimin: “Dulu cita-cita saya ingin jadi polisi, tapi semenjak masuk sekolah dan ketemu Ibu, cita-cita saya berubah jadi ingin membahagiakan Ibu..

Bu Guru: “Tukimin..!! Kamu kalo masih suka godain Ibu, Ibu akan panggil kepala sekolah!”

Tukimin: “Jangan dong Bu, panggil Yank aja biar lebih mesra..”

Bu Guru: “Ampun Tuhan!” (pingsan manja)

Guru Banyak Tanya

Ibu Guru: “Apa lagu kebangsaan Indonesia?”

Ateng: “Parah deh Ibu, lagu kebangsaan Indonesia aja sampai ga tau?!”

Semar: “Dengar ya Bu, kami ke sekolah tuh ingin belajar, bukan untuk ditanya-tanyain ­seperti ini. Mumet ndasku!”

Jono: “Kalo banyak nanya mendingan Ibu jadi polisi aja.”

Bu Guru: (jejelin kapur satu-satu)

Binatang Kelamin Dipunggung

Bu Guru: “Anak2 coba sebutkan binatang yang alat kelaminnya di punggung?”

Ateng: “Huahahah kalo pipis muncrat keatas dong Bu?”

Bagong: “Ngaco nih Ibu, mana ada binatang yang alat kelaminnya di punggung?”

Bu Guru: “Ada loh!”

Gareng : “Apaan Bu?”

Bu Guru: “Kuda lumping!”

Murid: (Mikir lama.. lalu  bubar)

Kaki Sapi

Suatu pagi didalam kelas yang penuh ceria, anak anak bersiap untuk belajar. Pelajaran pertama adalah Matematika, ibu guru masuk kedalam ruangan disambut salam dari murid muridnya. Sebelum pelajaran dimulai ibu guru bertanya kepada murid muridnya.

Guru: “Anak anak, siapa yang pernah melihat sapi..??”

Murid: “Saya..!!”

Guru: ” Sekarang ibu mau tanya...sapi kakinya ada berapa..??”

Murid: “Emmmppaaattt...!!”

Guru: “Sekarang coba kita hitung bersama sama..”(sambil mengeluarkan gambar sapi dan memajangnya di papan tulis)

Guru: “Semuanya lihat kegambar ya.. kaki depan sapi ada berapa coba...??”

Murid: “Duuaaaa..”

Guru: “Kaki Belakang..??”

Murid: “Duuuuaaaaa...”

Guru: “Kaki kanannya ada berapa...??”

Murid: “Duuuaaa..”

Guru: “Kaki kirinya berapa..??”

Murid: “Duuuuaaa..”

Guru: “Sekarang jumlah kakinya ada berapa..?”

Murid: “Delapan..”

Guru: “Delapan apa empat..??”

Murid: “??!!??”

Belajar Berhitung

Bu Guru: “Anak2 ayo kita belajar berhitung!!”

Murid: “YA BU!!!”

Bu Guru: “Coba Mukidi kamu jawab pertanyaan ibu, berapa hasil dari 5 x 5 = ?”

Mukidi: “GAK TAU BU!”

Bu Guru: “Kok gak tahu?”

Mukidi: “GAK TAU kenapa ibu begitu cantik.”

Bu Guru: “Ouhhh mmuaach mmuacch.”

Bu Guru: “Heh lo muka semplak jawab pertanyaan ibu, berapa hasil dari 9x9x8x7:5 = ?”

Opung: “Busetttt kurang banyak Bu!!”

Bu Guru: “Dasar kamu ya, bukannya jawab malah ngelunjak!! (PlAKKkk kena gampar kiri-kanan)”

Bu Guru: “Ok sekarang kamu muka jamban.. berapa hasil dari 896×7:7×2= ??”

Panjul: “Haaahhh GAK TAU BU!!! ”

Bu Guru: “Dasar gublokkkk kamu ya!!!” (KEplAakkKK kena gampar kiri-kanan-atas-bawah)

Bu Guru: “Nah sekarang kamu ya imut, 5+5 = ??”

Mukidi: “DELIMA BU!!!”

Bu Guru: “kok delima?”

Mukidi: “DELIMA aku tanpamu bu.”

Bu Guru: “Oouh co cweet amat kamu.. MMuuaaccchhh”

Opung Dan Panjul: “Gebukin aja yok nih Guru sama si kamprett.”